Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita Seputar Perawat

PERAMPOK SATRONI BANK DAN AKPER

PERAMPOKAN terjadi di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, kemarin. Di Banyumas, perampokan terjadi di Bank Rakyat Indonesia Unit Karangjati, di Kecamatan Kemranjen, dini hari. Kawanan rampok menggondol uang tunai sebesar Rp 178 juta. "Pelakunya mengendarai Toyota Kijang Innova berpelat nomor Jakarta. Dua orang masuk bank dan tidak lama keluar lagi," kata Kasimin, 40, saksi mata. Ia curiga dengan gelagat kedua pria itu dan langsung mendatangi kantor BRI. Di dalam kantor, Kasimin mendapati satpam BRI, Teguh, tak berdaya, karena tangannya diikat dan mulutnya dilakban. Sang satpam mengaku ditodong pistol oleh kedua pria yang masuk ke bank. Mereka leluasa membongkar brankas dan menggondol uang nasabah. "Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Banyumas AK Zaenal Arifin. Di Cilacap, perampok beraksi di Akademi Keperawatan (Akper), sekolah yang mendidik siswa menjadi perawat - Serulingmas, Maos. Sekolah ini mengalami kerugian Rp 80 juta. Se

DIGAJI RP 100.000, PERAWAT MAGANG PROTES

SUKOHARDJO - Lima puluh perawat magang (kontrak) di Kabupaten Sukohardjo, Jawa Tengah, mengadukan nasib mereka ke DPRD setempat, Senin (4/4). Perawat yang tergabung dalam Aliansi Perawat Magang/Kontrak Sukohardjo (APS) itu mengadukan nasib mereka yang selama bertahun-tahun hanya mendapat honor Rp 100.000 - Rp 200.000 per bulan. Para perawat lulusan diploma tiga bahkan sarjana strata satu, itu telah bekerja 3 - 6 tahun di puskesmas. Total 55 perawat magang tersebar di 11 kecamatan. Mereka bekerja di puskesmas atas dasar perjanjian kerjasama, magang, atau surat peryataan dengan kepala puskesmas. (EKI)

SEORANG PERAWAT DIRAWAT

JAYAPURA - Siska Mandosir, salah satu perawat di Rumah Sakit Dok II Jayapura yang saat ini ditahan Polda Papua, Jumat (25/3) sore, dilarikan ke rumah sakit. Menurut keterangan Latifah Anum Siregar, pengacara yang  mendampingi para perawat itu, Siska Mandosir pingsan di dalam ruang tahanan. "Mungkin kelelahan dan tegang," katanya. Siska bersama sejumlah perawat ditahan Polda Papua terkait dengan aksi mogok beberapa waktu lalu. (JOS)

DILARANG BERJILBAB, 3 PERAWAT LAPOR KOMNASAM

TIGA perawat Rumah Sakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur, melapor ke Komnas HAM, kemarin, karena terancam dipecat akibat menggunakan jilbab saat bekerja. Perawat Suharti, 42, perawat Sutiyem, 36, dan perawat Wiwin Winarti, 40, saat ini menjalani skors dan menunggu proses pemutusan hubungan kerja di Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta.  Perawat Suharti yang sudah bekerja selama 17 tahun mengaku sudah berjilbab sebelum bekerja di RS Mitra Internasional. "Dari rumah saya pakai, tetapi di kantor saya lepas," ujarnya. Namun, sejak 2000 ia mengambil sikap untuk tetap berjilbab saat bekerja. "Sejak saat itu saya sering dipanggil manajemen. Tapi saya memilih berjilbab." Pada Januari 2009, pihak RS mengizinkan penggunaan jilbab dengan syarat harus diselipkan ke dalam baju. Bagi perawat Suharti dan rekannya, hal itu bertentangan dengan keyakinannya. Mereka tetap memakai jilbab tanpa diselipkan sehingga terkena sanksi perusahaan. Komisioner Komnas HAM

Lulusan Perawat Hanya Terserap 4 - 10 Persen

Banyak Perawat Tak Dimanfaatkan JAKARTA, KOMPAS - Lulusan pendidikan keperawatan dari jenjang SMK sampai magister mencapai 24.000-25.000 orang per tahun. Namun, hanya 4-10 persen di antara mereka yang diserap pasar kerja di lembaga kesehatan pemerintah dan swasta. "Tidak ada informasi pasti kemana alumni keperawatan yang tidak terserap pasar bekerja," ungkap Sekretaris Jenderal Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah di sela-sela Rapat Kerja Nasional Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia di Jakarta, Jumat (2/12). Rendahnya daya serap lulusan pendidikan keperawatan itu merupakan imbas terbatasnya anggaran pemerintah dalam merekrut pegawai negeri. Moratorium perekrutan pegawai negeri, walau ada kebijakan khusus untuk tenaga kesehatan, makin memperkecil penyerapan perawat. Sebagian Perawat yang tidak tertampung kemudian menjadi perawat di luar negeri atau menjadi pegawai honorer di sejumlah rumah sakit dan puskesmas pemerintah. Bahkan, ada seju

Perawat Diwariskan Harta Berlimpah Pasien

Gambar
Suster perawat orang jompo dan kucing ini amat beruntung. Seorang perempuan yang ternyata kaya raya mewariskan harta bendanya untuk perawat yang telah merawatnya. Tidak lupa, dia juga menyisihkan dana untuk kucing kesayangannya. Orang kaya murah hati ini yang hanya disebut nama depannya saja, Maria Assunta, memberikan warisan kepada perawat dan kucingnya karena merasa tidak ada rumah penampungan hewan yang cukup baik untuk kucingnya. Maria Assunta masih muda dan belum memiliki anak ketika suaminya, pengusaha real estate, meninggal. Perawat nya, Stefania, mengatakan, Maria kesepian hampir sepanjang hidupnya. Empat tahun lalu, dia menyelamatkan seekor kucing hitam dari jalanan. Pengacara Maria, Il Messagiero, mengatakan, Maria menulis surat wasiat dan meninggalkan kekayaan sebesar 10 juta euro. "Saya berjanji akan menjaga kucing itu setelah dia meninggal," kata Stefania yang tak sadar jika pasien yang dirawatnya kaya raya. (REUTERS/UPI/JOE)