Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita Seputar Perawat

'Harapan Kita' tidak Seperti yang Diharapkan

PEKAN lalu saya mengalami kejadian yang mengesalkan di Pusat Jantung Harapan Kita. Rumah sakit yang misinya sebagaimana tertera pada spanduk di pintu depan, menjadi RS dengan standar internasional, nyatanya jauh dari harapan. Saat itu, pasien yang juga kerabat saya ditangani di ICU atau CVC. Mengingat, penyakit jantung yang dideritanya tergolong kritis. Selama di sana, tak ada sesuatu yang membuat kami kecewa atau kurang puas. Sampai suatu ketika, seorang perawat di kamar ICU lantai dua menunjukkan sikap arogan, tidak  sopan, dan tidak profesional.  Mulanya kita sama-sama memahami bahwa ruang ICU merupakan area steril dari pengunjung. Kecuali pada jam-jam besuk yang sudah ditentukan. Namun, beberapa kali, saya menyaksikan sejumlah orang (pengunjung) keluar masuk melalui pintu belakang. Mereka kelihatan 'bebas' dan leluasa. D i mana aturan bahwa ICU merupakan area steril? Lalu saya mencoba melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan sebagian pengunjung yang bebas tadi.   N

PETUGAS MEDIS DIBEKALI KONSELING

UPAYA persiapan dan pemantapan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba khususnya pada lingkungan DKI Jakarta semakin serius. Setelah beberapa pekan lalu Badan Narkotika Nasional (BNN) memberi pembekalan kemampuan tentang asesmen, saat ini BNN membekali kemampuan konseling dokter dan perawat dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit dan lima puskesmas di DKI. Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Deputi Bidang Rehabilitasi BNN itu digelar di RSKD Duren Sawat, Jakarta Timur, Selasa (13/8). Direktur RSKD Duren Sawit Ida Bagus Nyoman Banjar mengatakan pelatihan konseling itu sangat penting. Sebab dalam tahap ini seorang konseling dapat mengetahui seluk beluk atau alasan penyalahgunaan narkoba oleh klien. "Pada tahap ini pun bisa diketahui apakah klien mau atau tidak untuk berubah," kata Ida Bagus. (RO/H-2)

PERAWAT BANYAK YANG NYARI, TETAPI PERAWATNYA TIDAK TERSEDIA

Setiap hari orang yang bertanya ketersediaan perawat selalu ada. Jumlah yang mencari memang sehari belum sampai melebihi sepuluh orang. Untuk memenuhi permintaan perawat tersebut, kami, sementara ini menggunakan jalur referensi dari perawat - perawat yang sudah bekerja di tempat kami. Walaupun ada cara agresif lain, yang bisa menyediakan ketersediaan perawat dalam jumlah yang mencukupi. Kalau cara aktif seperti ini ditempuh, akan berakibat terhadap kualitas perawat yang dipekerjakan. Karena itu, kami lebih memilih menggunakan referensi dari perawat yang sudah bekerja.  Kadang, pemikiran seperti ini tidak dapat diterima oleh pengguna jasa. Dipikirnya, mudah mencari perawat kapan saja. Padahal, kalau calon pengguna jasa tahu, betapa sulitnya mencari perawat yang bisa menjalankan tugas keperawatan dengan baik. Baru, diketahui, untuk meminta perawat diperlukan waktu. Tidak bisa minta perawat sekarang, perawat langsung tersedia. Perlu beberapa hari menghubungi perawat yang s

PERAWAT LAMA TIDAK DIIZINKAN KEMBALI

Perawat yang bekerja sebelumnya di salah satu pasien, minta izin untuk keperluan pribadi. Sementara perawat ini tidak bekerja, digantikan dengan perawat infal sebagai gantinya. Rencananya hanya beberapa hari akan kembali. Ternyata, setelah seminggu, tidak kembali dengan alasan keluarganya ada yang sakit. Otomatis, waktu perawat infal ini bertambah. Hal ini dirasakan memberatkan beban keluarga pasien. Karena belum ada pengganti perawat yang regular, dimintakan kepada perawat infal untuk menjadi perawat regular.  Karena beban kerja dan ingin refreshing, maka, setelah sebulan bekerja, perawat ini minta izin untuk tidak meneruskan kerja selanjutnya. Dengan waktu sebelum penggantian biasanya 7 (tujuh) hari sebelumnya.  Dengan adanya skedul penggantian perawat , maka, untuk memudahkan, dipanggil perawat sebelumnya untuk bekerja. Dengan perawat sebelumnya, sudah diberitahukan untuk datang bekerja kembali tanggal 5 April 2013. Saat perawat ini menelepon kepada keluarga pasie

SEGMENTASI PERAWAT

Perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, terbagi, dalam beberapa kelompok. Pertama, kelompok perawat pemula. Kedua, kelompok perawat madya. Dan yang terakhir, kelompok perawat mahir.  Pembagian masing-masing kelompok perawat , dibedakan, dengan keterampilan dan pengalaman perawat yang satu dan lainnya. Dari umur, perawat yang berumur 30 tahunan, dilihat dari mulai bekerja, biasanya umur 20 tahunan, berarti berpengalaman 10 tahunan. Dalam pengalaman 10 tahun ini, juga dilihat, apakah pernah menangani pasien yang menggunakan berbagai alat-alat medis. Jika tidak pernah, maka, walaupun sudah berumur 30 tahun, masih dianggap pemula dan paling maksimal disebut perawat madya. Dan perawat yang tidak terampil menggunakan alat-alat medis, ditandai, dengan gaji sekitar 1,5 sd 2 juta. Belum ditambah uang cuti selama 2 hari sebulan @ 100.000 per hari. Perawat madya adalah perawat yang lulusan SMP, SMA, SMK dan sederajat lainnya, yang berpengalaman menggunakan alat-alat med

DPR PERLU PRIORITASKAN RUU KEPERAWATAN

TEGAL, KOMPAS - Persatuan  Perawat Nasional Indonesia mendesak DPR memasukkan rancangan Undang-undang Keperawatan dalam Program Legislasi Nasional 2011 dan segera mengesahkannya menjadi UU. Hal itu karena UU tersebut dinilai sangat pentinga untuk mengatur profesi perawat serta melindungi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perawat . Desakan itu disampaikan dalam konferensi pers menjelang penutupan Musyawarah Provinsi VIII Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah di Kota Tegal, Sabtu (4/12). Ketua Umum PPNI Pusat Dewi Irawaty mengatakan, sebelumnya RUU Keperawatan dijanjikan masuk dalam Prolegnas 2010 dan diprioritaskan. Namun, dari informasi yang diperoleh, RUU Keperawatan tidak dimasukkan ke prolegnas. Bahkan ada indikasi urusan yang tercantum dalam RUU Keperawatan akan dimasukkan dalam RUU  tenaga kesehatan. Padahal, menurut Dewi, perawat merupakan profesi yang perlu diatur dengan UU tersendiri. Dengan UU, perawat bisa tegak sebagai profesi serta masya

PERAWAT YANG BERASAL DARI JAWA

Permintaan perawat oleh calon pengguna jasa, kadang, tidak khusus minta perawat berasal dari mana? Yang dianggap lebih penting adalah perawat nya ada. Untuk memenuhi permintaan perawat seperti ini, kami sebagai pengelola yayasan perawat atau penyalur perawat merasa lebih leluasa menyiapkannya. Ada juga, calon pengguna jasa perawat , kalau bisa diusahakan perawat berasal dari daerah tertentu. Dan ada pula, yang mintanya, adalah perawat yang berasal dari Jawa. Di sini tidak disebutkan perawat nya harus dari daerah Jawa tertentu. Yang prinsip adalah perawat Jawa. Maksudnya di sini, bukan sukuisme. Berdasarkan pengalaman, kalau sesama Jawa,dianggapnya, komunikasi antara perawa t dan pasien atau anggota keluarga, lebih nyambung. Selain bahasanya, juga budaya dan perilakunya.  Kadang permintaan perawat Jawa, mudah dilaksanakan. Tetapi, lebih banyak sulitnya atau tidak adanya perawat Jawa. Kalau kondisinya seperti ini, anggota keluarga pasien, tidak merasa keberatan. Yang pent

YAYASAN PERAWAT INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI NATAL

Yayasan Perawat Indonesia (Yapindo) mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2012. Semoga makna natal menjadikan kita lebih baik lagi di masa yang akan datang.

PAKAIAN SERAGAM PERAWAT

Perawat selama bertugas, biasanya, memakai pakaian seragam. Hal ini dilakukan, agar siapa pun, mengetahui, bahwa orang-orang yang berada di rumah sakit, klinik, puskesmas atau  di rumah, adalah perawat . Soal rancangan seragam perawat , hampir semuanya mirip. Karena pakaian seragam ini diciptakan fungsional. Tidak pakai desain modis, hanya untuk enak dipandang, tetapi, tidak praktis atau merepotkan gerakan. Perbedaan pakaian seragam perawat dilakukan hanya dengan warna. Agar, kita, tahu, di lembaga ini, perawat nya berseragam warna, misalnya: biru. Di lain tempat, ada yang merah muda, hijau, putih, dan lain warna sebagainya.  Sesuai hukum pertama dan abadi, karena perawat pertama kali, memakai warna putih. Kita, sudah terpatri, bahwa perawat menggunakan warna putih. Warna-warna seragam perawat lain, hanya untuk membedakan instansi.  Untuk lembaga formal kesehatan, pemakain seragam perawat wajib. Tetapi, bila di rumah atau perawat homecare, keluarga sering juga memint

PERAWAT INDONESIA DIPUJI DI LUAR NEGERI, KENAPA DI INDONESIA DIRENDAHKAN

Perawat Indonesia yang dipekerjakan di rumah sakit luar negeri, banyak mendapat pujian.  Bahkan rating kualitasnya di atas Filipina dan negara-negara lainnya. Pujian perawat Indonesia ini meliputi: profesionalisme, dedikasi, layanan, kerja keras, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan layanan kesehatan.  Kenapa perawat dihargai demikian tinggi? Karena ini pekerjaan yang benar-benar berat. Harus ada unsur motivasi perawat yang bersangkutan. Dan motivasi itu, bisa saja., ingin menerapkan ilmu keperawatan yang sudah dipelajari selama sekolah: ingin menolong orang lain yang sedang sakit, agar segera sembuh; memperbaiki ekonomi keluarga; selain, memang mempunyai panggilan jiwa yang mulia. Sungguh ironis, justru, perawat yang ada di Indonesia, tidak dihargai sebagaimana semestinya. Profesi perawat masih dipandang rendah oleh banyak calon pengguna jasa perawat .  Entah itu, rumah sakit, keluarga pasien, dan lembaga-lembaga kesehatan lainnya.   Pada kesempatan ini, kami sebag

PERAWAT ISLAM

Perawat yang beragama Islam, memang mayoritas. Sama dengan penduduk Indonesia, yang sebagian besar, memeluk agama Islam. Yang membedakan antara satu orang perawat dengan orang perawat lainnya adalah kualitas keimanannya. Kenapa perawat Islam yang  taat diperlukan? Karena keluarga pasien, sebelum, mempekerjakan perawat , sudah mensyaratkan. Misalnya, minta, perawat yang berjilbab dan taat beribadah. Persyaratan seperti ini, kami mengapresiasinya. Dan akan  mencarikan perawat yang sesuai. Permintaan perawat Islam seperti ini, kami sudah melayaninya beberapa kali. Alhamdulillah, keluarga pasien cocok dan berjalan harmonis. Persyaratan perawat Islam yang taat, diperlukan. Untuk membimbing pasien beribadah. Terbukti, dengan shalat dan doa, pasien secara klinis lebih cepat sembuh, ketimbang, tanpa berdoa. Selain itu, juga, secara moral, perilaku dan etika, selalu lebih baik.

SPESIALIS PERAWAT (PERAWAT PENYAKIT KHUSUS)

Yang namanya spesialis, bukan, cuma milik dokter. Ternyata perawat pun, ada spesialisasinya. Sebut saja, perawat hemodialisa, perawat diabetes, perawat stroke, perawat jantung, dan perawat-perawat spesialis penyakit lainnya.  Memang, di sekolah keperawatan, apakah itu D3 atau S1 keperawatan, perawat dididik dan dilatih untuk bisa melaksanakan tugas keperawatan keseluruhan. Dan setelah bekerja di rumah sakit, di mana, mereka ditempatkan, di situ, dia belajar lagi dan memperdalam, bidang penyakit khusus tersebut. Jadilah dia perawat spesialis bidang penyakit yang bersangkutan. Walaupun secara umum, semua perawat , bisa melaksanakan tugas perawatan pasien, apa pun, penyakit pasien yang bersangkutan.  Bahkan, perawat - perawat spesialis ini, dilatih khusus di bidang penyakit tertentu. Dan mendapat sertifikat spesialis perawat penyakit khusus.  Bagi pasien yang sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, karena over protektif keluarga, mintanya, perawat spesialis penyak

Perawat Oleh Calon Pengguna Jasa Masih Dianggap Rendah

Permintaan perawat oleh calon pengguna jasa, masih saja, ada yang minta, mau dilihat dulu, kalau cocok, dipekerjakan, jika tidak sesuai, ditolak. Permintaan melihat dulu seperti ini, tidak kami layani. Kenapa? Karena saya dan siapa pun tidak senang, bilamana perawat dianggap seperti barang.  Dasar pemikiran melihat perawat sebelum dipekerjakan, tidak manusiawi. Walaupun ada permintaan perawat seperti ini, kami sebagai pengelola yayasan perawat atau penyalur perawat tidak tega menyampaikan kepada perawat yang bersangkutan. Dan kepada calon pengguna jasa perawat pun, kami  katakan keberatan. Pernah, permintaan calon pengguna jasa perawat untuk melihat dulu, disampaikan ke perawat . Jawaban perawat , tidak mau. Memangnya, kita-kita perawat ini apa an! Dan sejak itu, permintaan perawat dilihat dulu, tidak lagi, kami beritahukan kepada perawat .  Perlu calon pengguna jasa perawat ketahui, bahwa mencari perawat itu pekerjaan yang  tidak mudah.  Benar-benar susah me

MASA PANEN ATAU PACEKLIK PERAWAT

Menurut traditional chinese medicine (TCM), kapan terjadi panen (istilah di sini, adalah, masa peningkatan orang sakit) dan paceklik, minus atau sedikit sekali orang sakit, adalah, berkaitan dengan musim. Bila musim hujan atau juga disebut panen, penyakit bertambah. Dan peceklik penyakit, terjadi, saat musim panas. Maksudnya apa, begitu pertanyaan orang awam? Musim hujan atau dingin atau kurang mendapat matahari, tubuh kita diibaratkan kekurangan energi Yang. Dengan kurangnya tubuh unsur Yang, maka potensi penyakit yang ada di dalam tubuh, bermunculan. Otomatis akan timbul, begitu, kondisi dan stamina badan menurun. Dengan kejadian mudah pilek, batuk, dan lain sebagainya. Berbeda dengan musim panas, karena matahari mengandung ultraviolet atau semacam radiasi alamiah, maka orang yang tadinya sudah ada gejala-gejala penyakit, bisa sembuh, karena terpapar matahari. Fenomena ini nampak di rumah-rumah sakit, praktik dokter, puskesmas, klinik dan lain sebagainya. Terjadi peningkatan

PERAWAT TIDAK SELALU TERSEDIA

Pengguna jasa perawat , berpikir, bahwa kapan waktu perlu perawat , selalu tersedia. Dasar pemikiran seperti ini, sebenarnya, wajar-wajar saja. Kenapa? Karena memang kenyataannya, perawat tersedia berlimpah. Pandangan seperti ini, ada benarnya dan ada juga kekurangannya. Benarnya, perawat yang bagaimana yang tersedia. Dan perawat yang bagaimana pula yang tidak tersedia. Perawat secara garis besar dibagi menjadi dua. Pertama, mereka perawat yang melalui sekolah keperawatan. Ada yang melalui sekolah menengah keperawatan (setingkat SMA), ada juga yang SMA + lanjutan sekolah 6 bulan atau setahun (D 1), dan ada juga  yang perawat berasal dari D3 keperawatan atau sekolah tinggi keperawatan. Yang kedua, lulusan SD, SMP atau SMA, tetapi ada pengalaman dilatih di yayasan penyalur perawat baik secara pelatihan maupun praktik dan pengalaman. Perbedaan perawat masing-masing, dari ketrampilan dan besarnya gaji yang diterima oleh perawat . Jika statusnya sama-sama sudah berpengalaman, perb

KEPADA PENGGUNA JASA PERAWAT DI MANA PUN ANDA BERADA

Kami dari pengelola Yayasan Perawat Indonesia (Yapindo) mengucapkan selamat Hari Natal kepada Anda yang merayakannya. Dan Selamat Tahun Baru kepada pengguna jasa perawat baik dari yayasan  perawat kami maupun dari yayasan perawat lain atau penyalur perawat yang berbeda. Terima kasih Anda sudah menggunakan jasa perawat masing-masing. Kita mempunyai keyakinan bahwa Hari Natal dan Tahun Baru, menginspirasi kita semua, menjadi lebih baik, sehat dan berhasil.  Sekali lagi, Selamat Natal dan Tahun Baru !!!

PROFESI PERAWAT MASIH TERPINGGIRKAN

Gambar
JAKARTA (Pos Kota) - Profesi perawat masih terpinggirkan. Pemerintah belum mengakui penuh keberadaannya sebagai tenaga medis handal.  "Kami masih berjuang menggolkan Undang-Undang Keperawatan yang kini masih di prolegnas (program legislasi nasional)," kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat, Dr. Dewi Irawaty, Kamis (17/3). Menurutnya, penghargaan profesi keperawatan belum sesuai harapan. Terganjalnya pengesahan RUU Keperawatan merupakan salah satu indikator belum utuhnya pengakuan terhadap profesi ini. BUKAN AKSESORIS Guru Besar Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Prof Achir Yani Syuhaimie Hamid, menambahkan keperawatan tidak dapat diatur hanya sebagai aksesoris tenaga kesehatan. Tetapi harus menyeluruh mulai pendidikan, penelitian, dan pengembangan  keilmuan. "Profesi keperawatan berbeda dari tenaga kesehatan lainnya, lantaran sudah ada standar praktik, kode etik, dan sistem pendidikannya," ujarnya. (aby/us/o) 

KUALITAS TKI PERAWAT DITINGKATKAN

Gambar
BADAN Nasional Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan mengupayakan TKI, khususnya perawat , untuk mendapatkan sertifikat berstandar internasional. Salah satu terobosannya adalah menjalin kerja sama dengan Inter Nation Teknodidik, sebuah lembaga pelatihan yang memfasilitasi kurikulum dan pengajar berstandar internasional bagi calon TKI perawat tersebut. "Permintaan TKI Perawat mencapai 1,2 juta orang. Dengan kerja sama ini, kami berharap kualitas SDM TKI, khususnya perawat , meningkat dan meraih sertifikasi internasional," kata Kepala BNP2TKI M Jumhur Hidayat seusai penandatanganan  MoU dengan Inter Nation Teknodidik, di Jakarta, kemarin. Direktur Inter Nation Teknodidik Jesse Monintja mengatakan, pihaknya akan melatih calon TKI bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan secara profesional. (Bay/H-1)

JEPANG BUTUH TENAGA PERAWAT RI

Gambar
TENAGA perawat Indonesia memiliki kesempatan yang bagus untuk bekerja di Jepang. Sejak 2008-2010, Indonesia telah mengirimkan 686 perawat ke sejumlah rumah sakit dan panti jompo di Jepang. Hal itu dikatakan Ketua Umum Persatuan Alumni dari Jepang (Persada) Rachmat Gobel saat menyerahkan bantuan senilai 20 juta yen untuk korban tsunami, di Kesennuma, Jepang. Turut hadir Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menyaksikan pemberian bantuan secara simbolis kepada Direktur Eksekutif Japan International Corporation of Welfare Services Tsunoda Takashi.  Menurut Gobel, pengiriman perawat sempat mengalami permasalahan karena untuk dapat bekerja di Jepang, perawat harus menjalani ujian nasional keperawatan Jepang yang cukup berat. Namun, Persada dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang terus melobi untuk  mendapatkan kemudahan dalam sistem penerimaan perawat di 'Negeri Sakura' itu. (*/E-4)

BERITA KURANG SEDAP PERAWAT DARI YAYASAN LAINin

Ada sebuah keluarga menggunakan jasa perawat dari sebuah yayasan. Selama 3 bulan, terjadi, penggantian perawat 3 (tiga) kali. Ada perawat yang dalam layanan perawatannya, terlalu lancang. Ada juga perawat yang malas. Ada pula perawat yang gemar mencuri. Dalam artikel ini yang dijadikan sorotan adalah soal perawat yang mencuri. Kebiasaan mencuri perawat , awalnya, hanya coba-coba. Itu pun, setelah melihat situasi rumah, mendukung. Sekali dorongan mencuri perawat ini dilaksanakan, maka, selanjutnya, akan diulangi dan diulangi lagi. Kapoknya, sampai perawat yang bersangkutan tertangkap tangan oleh keluarga pengguna jasa. Bahkan, ada yang sengaja dipancing. Dan akhirnya tertangkap. Karena godaan seperti ini adalah manusiawi. Seperti Bang Napi di sebuah Televisi Swasta, kejahatan terjadi, selain ada kesempatan, juga niat pelaku.  Kita bukan mengundang masalah pencurian ini datang. Memang sebaiknya, selama ada orang luar atau perawat , peletakkan dompet, handphone, uang, b