SELAMA BULAN RAMADHAN, IDEALNYA PERAWAT ISLAM DIPEKERJAKAN DI KELUARGA ISLAM JUGA

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Bagi keluarga yang  dalam keadaan sehat-sehat semua, pantas bersyukur. Karena di luar keluarga kita, ada saja anggota keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit atau pemulihan kesehatan di rumah. Yang masih dirawat di rumah sakit, tidak ada masalah dengan perawat, sebab, dari rumah sakit, layanan perawat sudah disediakan.

Artikel ini, ditujukan kepada anggota keluarga yang masih sakit dan sedang pemulihan kesehatan di rumah, dan masih menggunakan jasa perawat. Di luar bulan puasa, perawat yang dipekerjakan yang berbeda agama tidak banyak pengaruh atau relatif kecil sekali dampaknya. 

Selama bulan puasa ini, sebaiknya, menggunakan perawat yang memeluk agama Islam bagi keluarga muslim. Karena, perawat juga ingin menjalankan ibadah puasa, maka, malam sebelumnya, juga saur, agar esoknya bisa menjalankan ibadah puasa. Jadi bisa sama-sama antara keluarga dengan perawat, makan malam bersama, puasa di siang hari, dan berbuka puasa bersama. Jelas, memudahkan. Dan kebersamaan tersebut lebih baik.

Coba bayangkan, menggunakan perawat yang tidak beragama Islam. Saat keluarga menjalankan ibadah puasa, perawatnya siang hari harus makan seperti biasa. Walaupun kita tahu, untuk sementara bulan puasa, perawatnya bisa membeli makanan di luar. Tapi, kan tidak enak. Perawat yang puasa pun, tetap membuatkan makanan untuk pasien yang dirawat. 

Selain usaha medis yang terus dilakukan kepada anggota keluarga yang sedang atau masih sakit, juga selama bulan Ramadhan, bisa ditambah dengan doa-doa yang lebih intensif, agar, penyembuhan pasien bisa lebih cepat. Sebagaimana dikatakan, bahwa, doa, terbukti, banyak menyembuhkan pasien, sekalipun secara medis sulit dilakukan. 

Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Instrumentalis