CIRI - CIRI PERAWAT KOOPERATIF

Perawat-perawat yang selesai bertugas, biasanya langsung pulang ke rumah masing-masing. Selain istirahat, juga membawa uang dari penghasilan bekerjanya untuk keluarga. Waktu istirahat perawat ini, ada yang dua hari atau lebih, tergantung mood atau kemauan untuk bekerja kembali dari perawat yang bersangkutan.

Selama proses menunggu perawat ini bekerja kembali, terkadang, ada calon-calon perawat baru yang ingin bergabung bekerja di perusahaan kami (Yayasan Perawat Indonesia/Yapindo). Kualitas calon perawat baru ini dapat diketahui, dari cara mereka berkomunikasi, apakah egois, tidak peduli, asal dapat kerja atau kooperatif? Yang egois, tidak peduli atau asal kerja, umumnya, komunikasinya jelek. Baik dari saat menanyakan: apakah ada lowongan, menelepon, struktur berkata-kata atau tulisan isi sms yang tidak beraturan. Dan yang kooperatif, biasanya, saat menanyakan saja sudah enak dan terstruktur. Dilanjutkan dengan bicara yang berkualitas, juga hal-hal penting lainnya. 

Contoh jelek dari calon perawat egois, tidak peduli atau asal kerja, isi smsnya tidak pernah menyertakan nama dan minta nama orang dan telepon yang perlu perawat, agar bisa dihubungi oleh calon perawat yang baru tersebut. Bagaimana perawat ini bisa bekerja baik? Sopan santunnya saja tidak ada. Tanpa data-data diri sama sekali. Calon perawat seperti ini, semuanya, tidak ditanggapi lagi berikutnya. Berbeda dengan perawat yang kooperatif, semua tata krama, kerjasama, persyaratan, dan segala yang diperlukan, dipenuhi, sebagaimana layaknya seorang pencari pekerjaan di suatu perusahaan. 

Kenapa lebih banyak calon perawat yang jelek ketimbang perawat yang baik? Hal ini wajar saja, karena untuk mendapat yang berkualitas, diperlukan usaha ekstra. Tidak asal jadi. Kunci keberhasilan perusahaan penyalur perawat adalah tersedianya jumlah perawat yang kooperatif yang mencukupi. Dengan demikian proses yang sulit menjadi mudah dan cepat. 

Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Instrumentalis