SEGMENTASI PERAWAT

Perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, terbagi, dalam beberapa kelompok. Pertama, kelompok perawat pemula. Kedua, kelompok perawat madya. Dan yang terakhir, kelompok perawat mahir. 

Pembagian masing-masing kelompok perawat, dibedakan, dengan keterampilan dan pengalaman perawat yang satu dan lainnya. Dari umur, perawat yang berumur 30 tahunan, dilihat dari mulai bekerja, biasanya umur 20 tahunan, berarti berpengalaman 10 tahunan. Dalam pengalaman 10 tahun ini, juga dilihat, apakah pernah menangani pasien yang menggunakan berbagai alat-alat medis. Jika tidak pernah, maka, walaupun sudah berumur 30 tahun, masih dianggap pemula dan paling maksimal disebut perawat madya. Dan perawat yang tidak terampil menggunakan alat-alat medis, ditandai, dengan gaji sekitar 1,5 sd 2 juta. Belum ditambah uang cuti selama 2 hari sebulan @ 100.000 per hari.

Perawat madya adalah perawat yang lulusan SMP, SMA, SMK dan sederajat lainnya, yang berpengalaman menggunakan alat-alat medis. Misalnya, menggunakan suction pump untuk menyedot dahak/reak, bisa memakai nebulizer, oksigen, suntik insulin, mengganti kateter pipis, memandikan pasien, melakukan pijatan atau fisioterapi ringan. Range gaji mulai dari 2 juta sampai dengan 2,5 juta. Bisa juga lulusan D3 keperawatan atau S1 keperawatan pemula. Untuk pemula lulusan D3 dan S1, dianggap sudah berpraktek selama masa sekolah, dan memang bisa menggunakan alat-alat medis.

Perawat mahir adalah perawat lulusan D3 atau S1 yang bisa menggunakan alat-alat medis. Bahkan, bisa memasang selang sonde (NGT), kateter dan infus. Sistem honornya ada yang per hari @ 300.000. Waktu kerjanya sehari kerja sehari libur. Ada juga yang 2 hari kerja, 2 hari libur atau 3 hari kerja, 3 hari libur. Dibayar langsung per periode harian kerja. Ada juga yang sistem bulanan. Biasanya mulai dari 3 juta sampai 4,5 juta per bulan. 

Tingkat manapun perawat yang diperkerjakan, mereka mempunyai keterampilan dasar atau inti. Untuk efektivitas, sesuaikan, kebutuhan perawat yang diinginkan, cocok dengan kondisi pasien. Kondisi pasien yang menentukan perawat seperti apa yang akan dipekerjakan. Jangan sampai, karena panik atau kekhawatiran atau takut, mempekerjakan perawat yang berlebihan kapasitasnya, padahal, untuk pasien tersebut tidak perlu. 


Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Inval