PERAWAT TIDAK SELALU TERSEDIA

Pengguna jasa perawat, berpikir, bahwa kapan waktu perlu perawat, selalu tersedia. Dasar pemikiran seperti ini, sebenarnya, wajar-wajar saja. Kenapa? Karena memang kenyataannya, perawat tersedia berlimpah. Pandangan seperti ini, ada benarnya dan ada juga kekurangannya. Benarnya, perawat yang bagaimana yang tersedia. Dan perawat yang bagaimana pula yang tidak tersedia.

Perawat secara garis besar dibagi menjadi dua. Pertama, mereka perawat yang melalui sekolah keperawatan. Ada yang melalui sekolah menengah keperawatan (setingkat SMA), ada juga yang SMA + lanjutan sekolah 6 bulan atau setahun (D 1), dan ada juga  yang perawat berasal dari D3 keperawatan atau sekolah tinggi keperawatan. Yang kedua, lulusan SD, SMP atau SMA, tetapi ada pengalaman dilatih di yayasan penyalur perawat baik secara pelatihan maupun praktik dan pengalaman.

Perbedaan perawat masing-masing, dari ketrampilan dan besarnya gaji yang diterima oleh perawat. Jika statusnya sama-sama sudah berpengalaman, perbedaan gajinya semakin kecil. Tapi kesimpulannya, gaji perawat bukan pendidikan keperawatan dengan pengalaman dan ketrampilan tertentu, bisa sama gajinya dengan pemula yang lulusan sekolah keperawatan. Secara kualitas, dapat dirasakan oleh pengguna jasa. Mulai dari cara menangani pasien, saat diajak bicara atau dimintai pendapat, sikap yang lebih baik, dan beberapa perbedaan kualitas lainnya.

Berapa perbedaan gaji yang bersangkutan, berkisar antara 500.000 sampai dengan 1.500.000 di luar gaji perawat masing-masing.      

Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Instrumentalis