DPR PERLU PRIORITASKAN RUU KEPERAWATAN

TEGAL, KOMPAS - Persatuan  Perawat Nasional Indonesia mendesak DPR memasukkan rancangan Undang-undang Keperawatan dalam Program Legislasi Nasional 2011 dan segera mengesahkannya menjadi UU. Hal itu karena UU tersebut dinilai sangat pentinga untuk mengatur profesi perawat serta melindungi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perawat.

Desakan itu disampaikan dalam konferensi pers menjelang penutupan Musyawarah Provinsi VIII Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah di Kota Tegal, Sabtu (4/12). Ketua Umum PPNI Pusat Dewi Irawaty mengatakan, sebelumnya RUU Keperawatan dijanjikan masuk dalam Prolegnas 2010 dan diprioritaskan. Namun, dari informasi yang diperoleh, RUU Keperawatan tidak dimasukkan ke prolegnas. Bahkan ada indikasi urusan yang tercantum dalam RUU Keperawatan akan dimasukkan dalam RUU  tenaga kesehatan.

Padahal, menurut Dewi, perawat merupakan profesi yang perlu diatur dengan UU tersendiri. Dengan UU, perawat bisa tegak sebagai profesi serta masyarakat bisa mendapat layanan yang jelas.

Dalam RUU Keperawatan lanjutnya, diatur antar lain praktik keperawatan, orang-orang yang bisa menjalankan praktik keperawatan, serta cara mendapat kewenangan menjadi perawat. "Aturan ini mengacu pada aturan internasional," katanya. 

Jumlah perawat di Indonesia sekitar 500.000 orang. Perawat merupakan profesi yang sangat penting dalam melayani masyarakat karena mereka yang pertama kali menghadapi pasien yang tiba di rumah sakit. Jika tuntutan itu tidak dikabulkan, Itu menandakan DPR tidak memahami substansi RUU tersebut. 

Ketua PPNI Jawa Tengah Edy Wuryanto menambahkan, semua perawat dan pengurus PPNI Jateng melalu Musprov VIII 2010 menyatakan prihatin dan kecewa atas rendahnya komitmen DPR tersebut.

Menurut Edy, "UU ini akan mengikat perawat agar memberikan pelayanan perawatan yang baik sesuai kaidah keperawatan," ujarnya. Selain itu, UU Keperawatan juga diperlukan agar perawat Indonesia bisa berkompetisi dengan perawat dari luar negeri. Selama ini mereka diperlakukan sama dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) pada umumnya sehigga gajinya lebih rendah.  (WIE)

 


Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Inval