PROFESI PERAWAT MASIH TERPINGGIRKAN

JAKARTA (Pos Kota) - Profesi perawat masih terpinggirkan. Pemerintah belum mengakui penuh keberadaannya sebagai tenaga medis handal. 

"Kami masih berjuang menggolkan Undang-Undang Keperawatan yang kini masih di prolegnas (program legislasi nasional)," kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat, Dr. Dewi Irawaty, Kamis (17/3).

Menurutnya, penghargaan profesi keperawatan belum sesuai harapan. Terganjalnya pengesahan RUU Keperawatan merupakan salah satu indikator belum utuhnya pengakuan terhadap profesi ini.

BUKAN AKSESORIS
Guru Besar Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Prof Achir Yani Syuhaimie Hamid, menambahkan keperawatan tidak dapat diatur hanya sebagai aksesoris tenaga kesehatan. Tetapi harus menyeluruh mulai pendidikan, penelitian, dan pengembangan  keilmuan.

"Profesi keperawatan berbeda dari tenaga kesehatan lainnya, lantaran sudah ada standar praktik, kode etik, dan sistem pendidikannya," ujarnya. (aby/us/o) 

Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Inval