BERITA KURANG SEDAP PERAWAT DARI YAYASAN LAINin

Ada sebuah keluarga menggunakan jasa perawat dari sebuah yayasan. Selama 3 bulan, terjadi, penggantian perawat 3 (tiga) kali. Ada perawat yang dalam layanan perawatannya, terlalu lancang. Ada juga perawat yang malas. Ada pula perawat yang gemar mencuri. Dalam artikel ini yang dijadikan sorotan adalah soal perawat yang mencuri.

Kebiasaan mencuri perawat, awalnya, hanya coba-coba. Itu pun, setelah melihat situasi rumah, mendukung. Sekali dorongan mencuri perawat ini dilaksanakan, maka, selanjutnya, akan diulangi dan diulangi lagi. Kapoknya, sampai perawat yang bersangkutan tertangkap tangan oleh keluarga pengguna jasa. Bahkan, ada yang sengaja dipancing. Dan akhirnya tertangkap. Karena godaan seperti ini adalah manusiawi. Seperti Bang Napi di sebuah Televisi Swasta, kejahatan terjadi, selain ada kesempatan, juga niat pelaku. 

Kita bukan mengundang masalah pencurian ini datang. Memang sebaiknya, selama ada orang luar atau perawat, peletakkan dompet, handphone, uang, barang berharga, dan barang-barang bernilai lainnya, disimpan di kamar dan terkunci. Walaupun ada niat, tetapi, karena situasinya tidak mendukung, maka, godaan untuk mencuri tidak terjadi. 

Melalui artikel ini, kami menghimbau, pengguna jasa mendukung kehati-hatian menyimpan barang-barang yang berharga. Bilamana ini terlaksana, maka, kita secara tidak langsung, tidak menjerumuskan perawat ke hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi. 

Postingan populer dari blog ini

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Perawat Instrumentalis