Postingan

'Harapan Kita' tidak Seperti yang Diharapkan

PEKAN lalu saya mengalami kejadian yang mengesalkan di Pusat Jantung Harapan Kita. Rumah sakit yang misinya sebagaimana tertera pada spanduk di pintu depan, menjadi RS dengan standar internasional, nyatanya jauh dari harapan. Saat itu, pasien yang juga kerabat saya ditangani di ICU atau CVC. Mengingat, penyakit jantung yang dideritanya tergolong kritis. Selama di sana, tak ada sesuatu yang membuat kami kecewa atau kurang puas. Sampai suatu ketika, seorang perawat di kamar ICU lantai dua menunjukkan sikap arogan, tidak  sopan, dan tidak profesional.  Mulanya kita sama-sama memahami bahwa ruang ICU merupakan area steril dari pengunjung. Kecuali pada jam-jam besuk yang sudah ditentukan. Namun, beberapa kali, saya menyaksikan sejumlah orang (pengunjung) keluar masuk melalui pintu belakang. Mereka kelihatan 'bebas' dan leluasa. D i mana aturan bahwa ICU merupakan area steril? Lalu saya mencoba melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan sebagian pengunjung yang bebas tadi.   N

Kenali Pengasuh Anak Anda

Memilih pengasuh buat anak Anda memang bukan hal mudah. Apalagi anak di bawah 3 tahun masih membutuhkan perhatian penuh. Salah pilih, anaklah yang bakal jadi korban. Bagaimana mengetahui pengasuh anak Anda bagus atau bermasalah? Pengasuh yang buruk adalah: Si kecil kelihatan tidak bahagia ketika didekati pengasuh. Bisa jadi, anak dan pengasuh belum dekat. Bisa jadi pengasuh tidak memberikan kehangatan dan kenyamanan buat si kecil. Seperti dalam setiap relasi, chemistry sangat penting. Cermati  setiap hal-hal yang tidak beres, dan waspadai kemungkinan tindak kekerasan terhadap anak. Pangasuh merahasiakan apa saja yang ia lakukan bersama si kecil sepanjang hari. Padahal, seharusnya, ia bersikap terbuka kepada Anda sebagai orangtua anak mengenai apa saja yang dilakukan saat Anda tidak di rumah. Anda berhak curiga kalau pengasuh terkesan menutup-nutupi sesuatu. Buah hati Anda sering mengalami kecelakaan-kecelakaan yang semestinya tidak perlu terjadi. Tugas pengasuhlah untuk memerhatikan ak

Pengasuh Yang Baik Adalah

Anak gembira saat perjumpaan pertama. Biasanya anak-anak punya "indera keenam" untuk mengenali apakah pengasuhnya berkepribadian hangat, penuh perhatian, dan sabar. Si kecil tak henti-hentinya bercerita soal pengasuhnya. Bila ia benar-benar menikmati tugasnya sebagai pengasuh, buah hati Anda bisa mengetahuinya, kok. Dia datang dengan solusi-solusi kreatif terhadap berbagai masalah dan membina kerjasama yang baik dengan Anda, dengan memberikan kemungkinan terbaik seputar pengasuhan si kecil. Misalnya kalau si kecil tetap terjaga di jam seharusnya dia tidur, Pengasuh yang baik tak segan-segan minta nasihat dan bantuan Anda. Pendek kata, ia menunjukkan bahwa ia mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, baik lewat inisiatif maupun caranya berkolaborasi dengan Anda. Datang tepat waktu. Tanda-tanda lainnya, ia bisa dipercaya. Ia memberi kabar yang cukup masuk akal saat dalam keadaan tertentu ia tak bisa menjalankan tugasnya mengasuh si kecil. Bahkan ia tak segan-segan membantu m

Pemerintah Butuh 20.000 Perawat. Pasien Covid Bertambah

Gambar
JAKARTA (Pos Kota) - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi  Sadikin, mengungkap bahwa pemerintah membutuhkan 16 ribu sampai 20 ribu perawat untuk menangani pasien Covid-19 yang jumlahnya bertambah dalam beberapa pekan terakhir ini.  "Kita sudah mengindentifikasi ada kebutuhan antara 16-20 ribu perawat . Kita sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi   tenaga perawat yang sudah lulus sekolah. Sudah lulus juga uji kompetensinya, termasuk yang masih di tingkat akhir," katanya, dalam keterangannya secara virtual, seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Senin (12/7). Atas Instruksi Presiden, pihaknya akan membicarakan dengan menteri pendidikan, bagaimana bisa menggerakkan perawat itu lebih cepat masuk ke praktik. 3.900 Dokter Selain tenaga perawat , juga membutuhkan dokter. Ada tiga ribu dokter yang dibutuhkan terkait meningkatnya kasus Covid-19. "Kita juga melihat dokter yang akan selesai internshipnya pada tahun ini. Ada 3.9

1/3 Pasien yang Pulang dari Rumah Sakit Meninggal

Sebuah survei di Medan, Sumatera Utara terhadap orang-orang (pasien) yang pulang dari rumah sakit dinyatakan sepertiganya (1/3) meninggal. Memang tidak disebutkan apakah pulangnya pasien terpaksa walaupun seharusnya belum boleh pulang, pasien yang dianggap layak dan diizinkan pulang, pasien yang sebetulnya belum layak, karena masih menunggu perbaikan-perbaikan kondisi tertentu, dan lain sebagainya ??? Selama di rumah sakit, karena perawatan tersedia, jarang pasien meninggal di rumah sakit. Kenyataan ada, memang, mempunyai penyakit-penyakit berat dan sudah terlambat dilakukan pertolongan.  Bagaimana dengan perawatan di rumah? Ini yang sebetulnya menentukan. Kalau dirawat oleh orang awam, yaitu anggota keluarga, maka, risiko yang 1/3 meninggal menjadi tinggi. Sedangkan dirawat oleh perawat yang jelek pun juga berisiko sama. Tetapi kalau dirawat oleh perawat yang berpendidikan atau berketrampilan, empati, tanggung jawab, maka risiko tersebut bisa dihilangkan, paling tidak dimini

Perawat Instrumentalis

Gambar
Perawat instrumentalis adalah perawat yang menyediakan semua alat-alat (instrumen) yang diperlukan ketika melakukan prosedur tindakan operasi. Dan meja yang dipergunakan untuk menempatkan alat-alat operasi tersebut dinamakan meja instrumentalis.  Perawat ini menguasai nama dan hafal semua alat-alat yang dipergunakan dalam tindakan operasi. Ketika dokter menyebut skalpel, perawat berikan. Saat dokter bilang sedot, diberikan suction pump, dan alat-alat lainnya. Semua alat-alat operasi sebelum dipergunakan harus disterilkan. Bagian yang mensterilkan biasanya bagian lain.  Keamanan, keselamatan dan keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh steril atau tidaknya alat-alat yang dipergunakan. Sebab banyak kegagalan operasi disebabkan terjadi infeksi yang tercemar dari alat-alat operasi yang dipergunakan.  Human error bisa saja terjadi di bagian sterilisasi. Selain sikap pekerja di bagian tersebut, juga ada masalah-masalah pribadi dan kemalasan. Kontrol diperlukan, jangan

Status Perawat Berpengaruh terhadap Keseriusan Bekerja

Perbedaan perilaku perawat antara yang belum menikah, janda dan menikah. Perawat yang belum menikah, wajar, pikiran dan hatinya terbuka terhadap perkenalan. Yang biasanya masih dalam batas wajar. Perawat yang status janda, kebanyakan lebih terbuka kepada siapa saja. Gampang menjalin hubungan. Orang yang sekadar iseng, ditanggapi. Orang yang pura-pura merayu dianggap serius. Dalam perjalanan dengan supir taksi, mobil online, angkot, dan kendaraan umum lain, hubungan bisa berlanjut. Dan yang terakhir, perawat yang menikah. Biasanya perilakunya jauh lebih kalem dan bertanggung jawab.  Perawat manakah yang sebaiknya dipekerjakan oleh wali pasien? Memang sih, tergantung pribadi orangnya. Dari pengalaman mengelola penyediaan perawat untuk perawatan rumah, pilihan kepada perawat yang menikah, lebih rasional. Karena perawat yang bekerja sudah berpengalaman sekian tahun, jarang sekali perawat yang belum menikah.  Sekali pun pilihan perawat salah, terutama perilaku dan sikapnya, Anda bi