Tuesday, April 30, 2013

LAYANANAN PENGADAAN PERAWAT ONE DAY SERVICE

Belakangan ini, mulai terjadi permintaan perawat pada hari yang sama. Artinya, minta perawat sekarang, perawat sekarang diantar ke rumah sakit atau alamat pemesan.  Kenapa bisa terjadi seperti ini? Karena pasien keluar dari rumah sakit sangat sulit diprediksi. Ada yang sudah jelas-jelas diperbolehkan pulang, ternyata, tidak jadi. Malah dirawat semakin lama. Ada juga yang memaksa pulang dari rumah sakit dan permintaan perawat otomatis menjadi mendesak. Sebagai pengelola penyalur perawat yang tidak menampung perawat yang belum bekerja, maka, melayani permintaan perawat yang mendesak ini, jarang sekali, bisa terealisasi. Kepada pemesan mendadak ini, sering, disarankan untuk mencari perawat di tempat lain.

Permintaan perawat mendadak ini, apakah bersifat trend atau musiman, bahkan, kasuistis atau individual. Dari catatan kami, permintaan mendesak ini, faktanya, hanya sekali sekali saja. Belum menjadi trend. Karena itu, pola permintaan 1 (satu) hari atau 2 (dua) hari masih umum dilaksanakan. Memang, ada juga yang minta perawat hari ini, bisa, dikirim hari ini juga. Tetapi, itu pun hanya kebetulan sekali. Perawatnya diminta datang pada hari yang sama, ternyata, bisa. Tetapi umumnya, karena perlu persiapan, lebih siap, bila permintaan perawat bisa direalisasi sehari atau dua hari sesudahnya. 

Kepada pengguna jasa, disarankan, memesan perawat minimal sehari  sebelumnya, agar pengadaan perawat bisa terlaksana sebaik-baiknya. Jika harus mendadak, ya, silakan dicoba dulu saja. Kalau ada dapat langsung dikirim, bilamana tidak ada, ya, terpaksa, tertunda sehari atau lebih.

Saat permintaan mendadak atau one day service, menjadi, trend, maka, pengelola perawat kami, akan menyediakan perawat-perawat tersebut. 




Tuesday, April 23, 2013

TERKADANG 1 (SATU) PERAWAT TIDAK CUKUP

Merawat pasien, sering, cukup dilakukan oleh seorang perawat. Tetapi, terkadang, 1 (satu) perawat tidak cukup. Kenapa kok bisa begitu? Penyebabnya, adalah, kondisi pasien. Pasien yang normal, semua tugas, mampu dilaksanakan oleh seorang perawat. Kondisi pasien yang memerlukan lebih dari satu perawat biasanya dalam kondisi traceastomy (leher dibolongi), sonde, kateter, pasien gelisah, pasien marah-marah terus, dan lain sebagainya. 

Diperlukan lebih dari satu perawat bertujuan agar bisa membagi tugas dan istirahat yang cukup. Kalau perawat mendapat istirahat cukup, maka, kualitas perawatan yang diberikan akan tetap baik. Berbeda jika kurang istirahat, maka, standar tugas keperawatan, banyak yang terabaikan. Dan ini bisa membahayakan pasien yang bersangkutan.

Dalam kondisi pasien yang kritis, banyak yang menggunakan perawat 3 (tiga) orang atau 4 (empat) orang. Dengan pengaturan 2 (dua) perawat bekerja dan 2 (dua) perawat istirahat. Kebutuhan berapa jumlah perawat yang dipekerjakan, benar-benar, tergantung, kondisi pasien masing-masing. 

Ada yang sebenarnya membutuhkan perawat lebih dari satu, tetapi, karena, selama di rumah sakit sudah habis-habisan biaya, maka, mempekerjakan lebih dari seorang perawat tidak bisa dilaksanakan (terpaksa). Pihak keluarga pasien mentolerasi tentang kualitas keperawatan berbanding lurus dengan waktu istirahat perawat yang bersangkutan. Isitirahat perawatnya cukup, kualitas keperawatannya juga baik. Begitu sebaliknya. 

Ada juga keluarga pasien yang menggunakan perawat lebih dari satu. Karena menurut pertimbangan keluarga pasien, kualitas lebih penting ketimbang efisiensi. 

Monday, April 22, 2013

PERAWAT, PERSEBARAN TENAGA TIDAK MERATA

JAKARTA, KOMPAS - Persebaran perawat tidak merata. Terjadi penumpukan di kota, sementara daerah kepulauan, terpencil, dan perbatasan kekurangan perawat

Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada acara "Apresiasi terhadap Dedikasi Perawat Perempuan" dalam rangka Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Jumat (8/3). Acara diselenggarakan Citi Indonesia Women Council. Pada kesempatan itu, Citi Indonesia menyerahkan  beasiswa kepada mahasiswa keperawatan dan bantuan alat kesehatan untuk sejumlah puskesmas DKI Jakarta. 

Jumlah perawat saat ini sekitar 225.000 orang. Mereka tersebar di rumah sakit dan puskesmas. Menurut Nafsiah, jumlah itu sudah mencukupi. Masalahnya terletak pada distribusi tenaga yang tidak merata.

Nafsiah mengatakan, para perawat sering tidak mau berkarya di tempat terpencil, perbatasan, terutama di kawasan timur Indonesia. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi alasan utama. Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat masih kekurangan perawat.

Selain pemerintah, demikian Nafsiah, pihak swasta diharapkan terlibat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ini bisa dilakukan dengan memberi beasiswa kepada anak-anak keluarga nelayan dan petani miskin. Mereka diharapkan kembali berkarya di tempat asal setelah pendidikan selesai. 

Nafsiah mengingatkan lembaga pendidikan keperawatan untuk meningkatkan dan mengembangkan kapasitas calon perawat. "Selain profesionalisme, sikap empati dalam pelayanan penting dalam pendidikan," ujar Nafsiah.   

Guru Besar Kelompok Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia Budi Anna Keliat mengatakan, apresiasi terhadap dedikasi perawat bisa meningkatkan minat generasi muda dalam bidang keperawatan. Penghargaan memacu perawat meningkatkan kemampuan guna memenuhi tuntutan layanan kesehatan berkualitas tinggi, termasuk jelang pelaksanaan sistem Jaminan Sosial Nasional Kesehatan 2014. (K01)

Sunday, April 21, 2013

BANYAK PERAWAT ENGGAN KE DAERAH TERPENCIL

BANYAK perawat yang memilih bekerja di kota besar ketimbang di daerah terpencil. Padahal, kebutuhan pada jasa perawat di daerah terpencil sangat diharapkan untuk membantu warga dalam pelayanan kesehatan.

"Ini masalah nyata yang kita alami. Dari jumlah perawat kita saat ini yakni 220.575 jiwa, kebanyakan enggan bekerja di daerah terpencil," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan dari sisi distribusi, saat ini masih banyak perawat yang lebih suka tinggal dan bekerja di kota besar. Keberadaan perawat di desa terpencil pun menjadi minim.   

"Apalagi kalau perawat itu pendidikannya tinggi. Dia tidak mau lagi mengurusi pekerjaan yang istilahnya kotor. Mereka maunya bekerja di manajemen keperawatan. Ini tentu pasti ada masalah," kata Menkes.

Di sisi lain, menurut dia, dari sisi pengabdian, perawat masih harus meningkatkan pelayanan dan pengabdian dengan kinerja yang profesional. Caranya dengan selalu berupaya meningkatkan jenjang pendidikannya ke tingkat lebih tinggi.

Ini penting mengingat, lanjut dia, masih ada keluhan dari masyarakat di sejumlah tempat terkait buruknya pelayanan dari perawat puskesmas. 

"Ini perlu dicermati. Masyarakat sekarang lebih kritis. Saya pernah menerima SMS aduan dari masyarakat bahwa perawat di sebuah puskesmas jahat. Saya kaget juga kok menteri sampai mengurusi hal seperti ini. Tapi memang begitu fakta yang harus kita benahi bersama," ungkap dia.

Ia mengharapkan semua pihak, terutama instansi pendidikan, untuk bisa memberikan kesempatan bagi perawat, khususnya di daerah-daerah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, kepribadian, dan tata cara melayani pasien. 

"Saya juga minta perawat dapat bekerja profesional seperti bersedia ditempatkan di daerah terpencil. Juga, memegang teguh etika profesi untuk menyambut 2015 dengan diberlakukan Masyarakat ASEAN, ketika akan banyak tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, termasuk perawat." (Ant/H-2)  

KAPAN WAKTU MENGGUNAKAN JASA PERAWAT?

Seseorang yang menggunakan jasa perawat, biasanya, setelah diberitahukan oleh dokter, pasien boleh keluar dari rumah sakit. Ada yang 1 (satu) hari sebelum pasien pulang. Ada juga yang beberapa hari sebelumnya, pasien diperbolehkan pulang. Dan ada juga yang menggunakan jasa perawat setelah pasien pulang ke rumah. Mengenai kapan waktu menggunakan perawat, sepenuhnya tergantung kepada calon pengguna jasa. Kita tidak tahu kondisi persisnya, yang dipikirkan atau dilaksanakan oleh keluarga pasien. 

Berdasarkan pengalaman kami sebagai pengelola penyalur perawat, sebaiknya, minimal 1 (satu) hari sebelumnya. Walaupun 2 (dua) hari atau lebih akan lebih baik. Maksudnya, perawat sudah beradaptasi sebelumnya sejak di rumah sakit. Jika menggunakan jasa perawat ketika pasien sudah pulang ke rumah, maka, mengingat kondisi pasien masih belum stabil, menjadi lebih riskan atau berbahaya. Kalau di rumah sakit kan, masih lengkap sarana pendukungnya. Jadi, lebih baik, mulai menggunakan perawat sejak di rumah sakit. 

IDI SIAPKAN SANKSI BAGI DOKTER

SEORANG dokter spesialis anestesi dituduh telah melecehkan belasan siswa akademi perawatan (sekolah perawat) yang tengah magang di RSUD Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kasus itu tengah diselidiki Ikatan Dokter Indonesia Kalsel. 

"Akan ada sanksi tegas terhadap dia jika terbukti melakukan pelecehan seksual. IDI dan Akper (sekolah perawat) sudah bekerja sama menyelidiki kasus ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Rusdiansyah, di Banjarmasin, kemarin. 

Kasus pelecehan seksual itu mencuat awal bulan ini. Sekretaris RSUD Banjarbaru Muhammad Noor mengatakan kasus itu telah dilaporkan ke Walikota Banjarbaru. Sang dokter juga sudah menjalani pemeriksaan di komite medik. (DY/N-2)

Saturday, April 20, 2013

PELAJAR - PERAWAT TERLIBAT. TERUNGKAP PENYELUNDUPAN 400.000 PIL EKSTASI DARI BELANDA

MALANG, KOMPAS - Peredaran narkoba terus merambah berbagai kalangan. Di Malang, Jawa Timur, pelajar sekolah menengah atas dan perawat menjadi pengedar sabu dan ganja. Kota pelajar ini diduga menjadi pasar strategis untuk narkoba. 

Demikian laporan hasil Operasi Sakau Semeru pada 20 Februari - 3 Maret yang dilakukan Kepolisian Resor Malang Kota, Jumat (15/3). Dari operasi tersebut terungkap 17 kasus dengan 20 tersangka.

Polisi menyita barang bukti berupa ganja 405,57 gram (setara dengan Rp 2,5 juta), sabu sebanyak 97,16 gram (Rp 120 juta), dan uang sebanyak Rp 400.000.

"Dari 20 tersangka itu, profesi mereka bermacam-macam, mulai dari ibu rumah tangga hingga (pegawai) swasta. Juga ada pelajar dan seorang perawat yang jadi pengedar sabu dan ganja," ujar Kepala Sub-Bagian Humas Polres Malang Kota Ajun Komisaris Dwiko Gunawan.

Dwiko menambahkan, pelajar dan perawat itu bagian dari pengedar narkoba. Ajun Komisaris Sunardi, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Malang Kota, mengatakan, Kota Malang sudah menjadi pasar strategis peredaran narkotika.  "Mungkin melihat kota Malang potensinya bagus sebagai kota pendidikan dan salah satu kota besar di Jatim sehingga dijadikan sasaran peredaran narkoba," ujar Sunardi. 

Ekstasi
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap penyeludupan 400.000 butir pil ekstasi dari Belanda. Aparat juga menangkap 9 tersangka terkait kasus tersebut. Penyelundupan dilakukan melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polisi  komisaris Jenderal  Sutarman dalam jumpa pers di Direktorat Narkoba Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arman Depari, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar.

"Barang dari Belanda dikirim dengan pesawat KLM. Barang dimasukkan dalam empat paket kompresor, masing-masing berisi 100.000 butir," kata Sutarman.

Pil-pil itu diduga dikirim Laosan, warga negara Hongkong di Belanda, dan Bahari Piong alias boncel, warga negara Indonesia yang pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Belanda.

Di Bandara Ngurah Rai, Bali, dalam kurun Januari 2012 - awal Maret 2013, sebanyak 11 penumpang pesawat internasional ditangkap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai. Mereka mencoba memasukkan narkotika ke Bali.

(DIA/FER/COK)

Friday, April 19, 2013

MUSIM PERAWAT LAKI DAN PERAWAT PEREMPUAN

Permintaan perawat laki, kadang, pada waktu-waktu tertentu, meningkat berlebihan. Tetapi di lain waktu, sepi permintaan. Begitu juga permintaan perawat perempuan, berlaku hal yang sama. Kenapa bisa begitu?   

Dari segi jumlah orang yang sakit, dapat diperkirakan. Ketika musim dingin atau hujan, jumlah orang yang menderita sakit, meningkat dibandingkan dengan musim panas atau kemarau. Yang tidak bisa diperkirakan adalah jenis kelamin: orang yang sakit pria atau wanita. 

Dalam keadaan normal, perawat wanita bisa lebih fleksibel. Pasien bisa cowok atau wanita boleh menggunakan perawat wanita. Sedangkan perawat laki tidak bisa merawat pasien cewek. Sebagai konsekuensinya, permintaan perawat laki secara otomatis berkurang.

Bilamana orang yang sakit kebanyakan laki-laki, maka, keluarga pasien boleh memilih apakah dirawat oleh perawat perempuan atau perawat laki. Ada keluarga yang memilih perawat perempuan (pilihan mayoritas). Dan ada juga keluarga pasien yang memilih perawat laki. Jumlah yang memilih perawat laki sedikit ketimbang perawat perempuan. Namun, ada saja keluarga pasien memilihnya perawat laki. Permintaan perawat laki ini berbanding lurus dengan banyaknya pasien laki-laki. Jika di luar banyak pasien laki, maka, permintaan perawat laki meningkat drastis. Dari pengalaman sebagai pengelola, kami, tidak tahu, musim itu kapan? Yang kita tahu setiap musim dingin atau hujan, permintaan perawat otomatis meningkat baik perawat laki maupun perawat perempuan. 

Tuesday, April 16, 2013

KUALITAS LAYANAN KEPERAWATAN MENINGKAT SEIRING BERTAMBAHNYA JUMLAH PERAWAT

Pasien yang dirawat oleh seorang perawat, kualitas keperawatannya akan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Kenapa kok begitu? Karena waktu tidur dan makan perawat otomatis menjadi tidak teratur. Tergantung seberapa baik kondisi perawat yang bersangkutan. Jika keadaan perawatnya prima, maka, kualitas keperawatan relatif akan stabil untuk sementara waktu. Bila keadaan kurang istirahat berjalan terus menerus, kualitas keperawatannya secara pelan dan pasti akan berkurang. Bagaimana cara agar kualitas layanan keperawatan tetap baik? Satu-satunya cara adalah mengganti dan mengganti perawat setiap 3 (tiga) hari sekali. Metode penggantian per 3 (tiga) hari secara operasional sangat merepotkan. Dan perawatnya pun keberatan, apabila, hanya kerja per 3 (tiga) hari-an, gajinya tidak sebanding dengan kerepotannya. Dan cara seperti ini bisa diterapkan dengan sistem infal, di mana per harinya dibayar antara 150 ribu sampai 300 ribu-an per harinya. Cara seperti ini yang merasa keberatan adalah pihak pengguna jasa perawat

Prosedur standar yang dilakukan adalah menggunakan lebih dari 1 (satu) orang perawat. 2 (dua) perawat jauh lebih baik. Karena 1 (satu) istirahat, yang 1 (satu) bekerja dan seterusnya. Menggunakan 3 (tiga) perawat jauh lebih baik lagi. 2(dua) bekerja, 1 (satu) istirahat. Sistem ideal kadang tidak bisa dipraktekkan. Hambatannya selalu biaya. Jadi, cara yang sekarang adalah cara yang paling banyak dipakai. Pihak keluarga tidak keberatan dengan kualitas keperawatan yang menurun. Yang penting di atas semua itu, yang penting, asal, ada perawatnya. Pengguna jasa hanya meminta diatur-atur yang baik saja. 

Pengguna jasa perawat ada yang maklum. Dan ada juga yang tidak mau tahu. Ngomel sana ngomel sini. Mengkritik. Marah-marah. Kalau keadaannya begini, perawat cepat atau lambat akan minta berhenti. Memang sih, ada aturan, perawat yang ingin berhenti harus menunggu sampai perawat pengganti yang lain datang. Jika keadaan tidak berubah, maka, perawat yang kedua pun akan mengulangi perawat yang pertama. Perawat itu biar capek tidak apa, asal, mendengar omongan-omongan yang baik. Jangan sudah capek, dapat omelan, tidak dihargai, ya, siapa pun perawatnya pasti tidak tahan. 

Keluarga pengguna jasa perawat seperti ini baru merasakan betapa beratnya tugas perawat, saat, perawat sudah tidak ada.  Waduh, sekeluarga repot semua. Bahkan sampai berteriak-teriak karena stres. Penggantian perawat sudah tidak bisa (kontrak berakhir). Tugas keperawatan mulai dikerjakan sendiri. Sampai ampun-ampun. Saat ada perawat tidak dihormati, ketika tidak ada perawat, baru tahu, tugas perawat itu berat dan penting. Makanya, saat perawat ada, kita harus menghormatinya.   

Monday, April 15, 2013

HAMBATAN PERAWAT YANG DISEBABKAN OLEH PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT)

Perawat yang dipekerjakan, biasanya, baru dipanggil saat salah satu anggota keluarga ada yang sakit. Ketika perawat ini datang dan mulai bekerja, di rumah sudah ada pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja sebelumnya. Ada keluarga yang mempekerjakan hanya seorang PRT. Dan ada juga yang mempekerjakan lebih dari seorang. Bisa 2 (dua) orang PRT atau lebih. 

Konflik antara perawat dengan seorang PRT, hampir tidak ada. Karena terjadi keseimbangan kekuatan antara seorang perawat dengan seorang PRT. Pertentangan terjadi, apabila, dalam rumah tersebut terdapat 2 (dua) orang PRT atau lebih. Terjadi ketidakseimbangan kekuatan. PRT di sini merasa lebih kuat, sehingga mulai dari mengganggu pekerjaan perawat, menfitnah, iri hati (dianggapnya perawat kerjanya ringan dan penghasilannya besar) dan lain sebagainya.

Ada perawat yang bisa memaklumi kecemburuan tersebut. Tetapi, banyak pula perawat yang tidak tahan, karena sering diserang, dihambat, difitnah, dan lain-lainnya. Yang sanggup bertahan, umumnya, terus tetap bekerja. Namun, yang tidak kuat, biasanya, minta digantikan dengan perawat lain. Kejadian seperti ini, terus saja terjadi sampai kapan pun. 

Banyak perawat yang tadinya berasal dari PRT. Karena ingin maju, terus belajar (kursus, ikut pendidikan perawat), akhirnya menjadi perawat. Perawat yang berlatar belakang seperti ini bersikap lebih toleran terhadap PRT yang menghambatnya.   Perawat ini lebih mampu beradaptasi. Tetapi, yang memang sekolah perawat, merasa marah dihambat oleh PRT. Walaupun sudah diberitahukan kepada keluarga pasien tentang ulah PRT, biasanya hanya sekadar basa basi saja. Kalau terjadi perubahan sikap dari PRT, maka, perawat ini biasanya mampu bertahan. Jika tidak, perawat minta berhenti dengan berbagai alasan. Seandainya keluarga pasien tidak merespon, maka, kejadian ini akan merepotkan keluarga pasien dan pengelola perawat

Lebih mudah PRTnya yang ditegur, ketimbang, perawatnya gonta ganti. Tolong keluarga pasien bertindak, jika dilaporkan perihal hambatan kerja perawat oleh PRT yang bersangkutan. 

Thursday, April 11, 2013

PERAWAT ORANG SAKIT DI RUMAH

Seseorang yang diperbolehkan keluar dari rumah sakit, seringkali, keadaannya belum stabil. Masih diperlukan perawatan lanjutan di rumah. Dari beberapa unsur penunjang, antara lain perawat orang sakit di rumah yang bersangkutan. 

Ada keinginan tambahan penjelasan tentang perawat orang sakit dan perawat orang sakit di rumah. Perawat orang sakit, bisa bekerja di rumah sakit dan juga di rumah pasien. Namun, saat istilah yang dipakai adalah perawat orang sakit di rumah, sudah jelas, perawat yang dimaksud akan bekerja di rumah pasien. 

Sebagai tambahan keterangan untuk umum, perawat orang sakit di rumah pun, ada beberapa klasifikasi sistem kerja perawatnya. Ada yang sistem masih shift shiftan seperti di rumah sakit, dengan shift 8 (delapan) jam, sama seperti di rumah sakit. Ada juga yang sistem harian, perawat yang bekerja bergantian secara harian dengan perawat yang lainnya. Ada pula perawat yang sistemnya 2 (dua) atau 3 (tiga) harian, bergantian dengan sesama perawat lainnya. Dan ada lagi perawat orang sakit di rumah yang bekerja sistem bulanan. Semua sistem kerja perawat ini bergantung kepada kebutuhan keluarga pasien masing-masing. 

Tarif perawat orang sakit di rumah yang termahal adalah yang sistem shift-shiftan 8 (delapan) jaman. Dan yang termurah adalah perawat orang sakit di rumah yang sistem bulanan. 

Sunday, April 7, 2013

GAJI PERAWAT BELUM DIBAYAR

Seorang perawat bekerja di 1 (satu) pengguna jasa. Sebelum bekerja penuh sebulan, minta izin cuti keperluan keluarga. Soal izin perawat meninggalkan kerja, diberikan. Karena meninggalkan tugas hanya beberapa hari, atas dasar kesepakatan antara perawat dengan pengguna jasa, gaji perawat ditahan. Dan akan dibayarkan setelah perawat kembali bekerja. 

Setelah tiba waktu kembali perawat bekerja, ternyata, tidak bisa. Dikatakan oleh perawat yang bersangkutan bahwa ada masalah lain yang perlu diselesaikan untuk waktu yang tidak pasti. Tidak tepatnya janji kembali, karena perawat memerlukan uang dari gajinya, belum dibayarkan. Akan dibayar dengan syarat kembali bekerja atau diganti dengan perawat yang lain, baru gaji perawat sebelumnya dibayarkan. 

Memang, ada beberapa hari, sebelum dilaksanakan izin cuti. Karena perawat pengganti belum didapat, otomatis, belum bisa digantikan. Sayangnya, perawat sebelumnya meninggalkan kerja tanpa ada perawat pengganti. Ini tidak boleh terjadi. Aturannya, perawat pengganti datang, baru dia boleh meninggalkan tugas. Dan gaji perawat yang bersangkutan langsung dibayarkan pada saat itu. Dalam kejadian ini, belum ada pengganti perawat, tetapi sudah meninggalkan. Sebagai jaminan kembali bekerja atau perawat pengganti datang, baru dibayarkan. Bukannya gaji tidak dibayar. Hanya gaji perawatnya yang belum dibayar karena ada kesepakatan antara kedua belah pihak yang berkepentingan. 

Proses penggantian perawat biasanya memakan waktu 1 (satu) sampai 7 (tujuh) hari kerja. Saat tersedia perawat, penggantiannya hanya perlu sehari. Atau paling lambat seminggu kemudian. Kasus lebih dari seminggu, sangat jarang. Itu kalau betul-betul perawat sedang kosong.

Begitu masalahnya perawat pengganti datang, gaji perawat sebelumnya akan ditransfer ke rekening milik perawat. Atau diambil sendiri, boleh juga diwakilkan. 

Saturday, April 6, 2013

KETIDAKTERUSTERANGAN CALON PENGGUNA JASA PERAWAT

Calon pengguna jasa perawat, saat memesan, kadang kala, tidak memberitahukan semua tugas yang akan dikerjakan oleh perawat. Kecenderungan tugas nyata perawatnya selalu lebih banyak ketimbang yang dibicarakan. Perbedaan kuantitas pekerjaan ini membuat perawat merasa dibohongi. Dan dalam melaksanakan tugas di luar yang pokok, dilakukannya dengan setengah hati. Karena dianggapnya hanya sebagai tugas tambahan secara sukarela. Padahal, pengguna jasa perawat, tugas itu juga merupakan paket dari tugas utama perawat yang bersangkutan. 

Walaupun ada saja perawat yang terpaksa melakukannya. Itu hanya sementara, biasanya sampai pas sebulan waktu kerja dan penerimaan gaji. Setelah perawat mendapatkan gaji, umumnya, dengan berbagai alasan, perawat ini minta izin meninggalkan tugas (memang, akan dicarikan perawat pengganti sebagai tanggung jawab pengelola penyalur perawat). Kejadian minta berhenti perawat akan terus berulang. Yang disalahkan adalah perawatnya. Sebenarnya, bukan perawat yang salah, yang benar adalah pengguna jasa perawat yang tidak berterus terang pada awalnya. Masalah yang sama akan terus terulang. Sebab dimulainya dengan tidak jujur.

Dari pihak pengguna jasa perawat, mungkin, membantu pekerjaan yang lain, dianggapnya jamak atau maklum. Dipikirnya, gaji perawatnya sudah tinggi, apa salahnya, jika, diminta bantuannya untuk pekerjaan lain. Perawat tidak suka diperlakukan tidak adil seperti ini. 

Namun, kabar baiknya, kalau sejak semula, semua tugas perawat disampaikan selengkap-lengkapnya, maka, perawat yang dipekerjakan pun akan senang menjalani tugas dan tanggung jawabnya. Sebagai pengelola yayasan perawat juga merasa direpotkan gonta ganti perawat yang bukan kesalahan perawat atau pengelola.

Agar pengguna jasa perawat tidak direpotkan, dimohon untuk berterus terang sejak awal penerimaan perawat yang akan ditugaskan.  

Friday, April 5, 2013

BEDA LOKASI KERJA (LUAR KOTA) BEDA TARIF PERAWAT

Mayoritas penempatan kerja perawat selama ini berpusat di Jakarta. Perawat-perawat yang bekerja ini memasang tarif gaji mulai dari Rp 1,8 juta sampai dengan Rp 3 juta-an per bulan, belum termasuk jatah cuti sebulan 2 (dua) hari. Jika selama cuti perawat tetap diminta kerja, maka, akan diberikan kompensasi pengganti cuti sebesar Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu tergantung basis gaji perawat masing-masing. 

Bekerja di Jakarta, yang berlaku adalah tarif seperti disebutkan di atas.  Yang berbeda adalah penempatan kerja perawat di kota tertentu. Perbedaan tersebut juga tidak terlalu besar (tetap wajar). Perbedaan nilainya berkisar antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta-an. Pekerjaan sama, kenapa gaji perawatnya berbeda? Hal ini menyangkut risiko dan tanggung jawab. Untuk keluar kota, berlaku kontrak kerja perawat selama minimal 3 (tiga) bulan. Benar-benar tidak boleh izin, cuti atau meninggalkan tugas. Karena berkonsekuensi gaji perawatnya tidak dibayar. Hal ini dianggap sebagai pengganti biaya transport pergi ke lokasi dan pulang dari lokasi. 

Aturan keras seperti ini dijalankan agar pengguna jasa perawat dan pengelola tidak direpotkan dan dirugikan. Sejak semula perawat yang ditugaskan sudah diperingatkan untuk tidak izin atau cuti selama minimal 3 (tiga) bulan. 

Saat berangkat perawat ke lokasi luar kota, biasanya, ada wakil keluarga yang mengantar. Dalam hal tidak ada yang mengantar, perawat dapat saja diantar ke airport. Naik pesawat sendiri, tetapi saat tiba di lokasi pengguna jasa, dijemput. 

Gaji perawat bisa dibayar per bulan atau atas permintaan perawat minta ditransfer ke keluarga perawat, atau boleh juga, atas dasar kesepakatan dititip sampai tugas waktu kerja perawatnya selesai. 

Yang penting dari semua ini adalah kerjasama  yang baik antara perawat, pasien, keluarga dan penyedia jasa perawat. Diminta saling menghormati, saling bantu atau menolong, dan lain-lainnya. Supaya proses kesembuhan pasien berjalan lancar dan lebih cepat. 

SEWA PERAWAT

Istilah sewa perawat, saya dapatkan, ketika menonton sebuah film di teve. Di budaya film tersebut, soal sewa perawat merupakan istilah umum yang memang dipergunakan. Sama dengan sewa konsultan, sewa detektif swasta, atau sewa  jasa yang lain. Cuma di Indonesia, sebutan sewa perawat tidak pernah atau jarang sekali dipakai. 

Dari segi arti, istilah sewa perawat sama dengan perlu atau butuh perawat. Menggunakan terminologi sewa perawat rasanya tidak menghormati. Karena sebutannya saja yang berbeda, sebenarnya maksudnya sama. Yaitu orang yang membutuhkan jasa perawat atau pengguna jasa perawat

Soal periode waktu, istilah sewa perawat biasanya bisa jam-jaman, harian, mingguan, bulanan atau lebih. Hanya saja, semakin pendek sewa perawat, tarifnya lebih mahal ketimbang sewa jangka panjang. Karena biar mahal sewa perawatnya, yang penting sesuai kebutuhan. Walaupun mahal tarif sewa perawatnya, dianggap wajar.

Sebutan sewa perawat masih dianggap tidak pantas. Untuk sampai terjadi transaksi, dipakai istilah lain, yang dianggap lebih sopan, diganti dengan rekrutmen perawat.

Wednesday, April 3, 2013

WAWANCARA PERAWAT PLUS

Sebelum seseorang  diterima bekerja pada sebuah lembaga, umumnya, dilakukan test dan wawancara. Mengenai test, biasanya, menyangkut keterampilan teknis calon pekerja bersangkutan. Baru saat wawancara, ditanyakan tentang sikap, kapan mulai bisa bekerja, kerjasama tim, dan lain sebagainya. Prosedur umum seperti ini juga kami lakukan ketika menerima lamaran kerja perawat. Kami menanyakan hal-hal seperti: sekolah, keterampilan, pengalaman, pengalaman khusus, sikap, dan lain sebagainya. 

Dari hasil wawancara, tentu, ada perawat yang diterima bekerja, dan ada perawat yang ditolak. Penyebab penolakan hampir mayoritas disebabkan oleh sikap. Sedangkan persoalan teknis, tidak terlalu jadi masalah.

Sikap seperti apa? Misalkan, saat diajak bicara, bukannya banyak mendengar, ini mah, terlalu banyak omong. Membanggakan diri, terkesan sombong, dan memasang tarif gaji yang terlalu tinggi untuk disampaikan kepada calon pengguna jasa perawat. Karena perawat jenis ini adalah yang ditolak, otomatis, menjadi hal seperti ini, hanya menjadi masukan bagi kami.

Ada kejadian wawancara perawat plus. Hal seperti ini baru pertama kali kami ditanyakan soal perawat mendengkur. Karena kami tidak punya pengalaman tidur bareng dengan perawat yang bersangkutan, dengan jujur, kami katakan tidak tahu. Kami akan menanyakan langsung ke perawatnya. Setelah ditanyakan, oleh perawat tersebut, dijawab, tidurnya tidak mendengkur keras. Masih bersifat tentatif dan perlu pembuktian. 

Setelah diberitahu bahwa perawat, saat tidur tidak mengorok keras, akhirnya, perawat ini diterima bekerja oleh calon pengguna yang menanyakan perihal mendengkur keras. Semula kami berpikir, ini orang mengada-ngada saja. Tetapi, demi tujuan melayani sebaik-baiknya, kami terima saja. Situasinya mungkin khusus atau spesifik, di mana, calon pengguna jasa perawat tersebut, sensitif dan sulit tidur. ya, begitulah, lain orang, lain keadaannya.  

UJI COBA ALAT PEMANTAU KESEHATAN

Alat pemantau elektronik Health Buddy, Rabu (30/1), akan digunakan pasien Marlena Bechtel-Rysdam  yang membaca petunjuk penggunaan bersama perawat Christina Leese di Oregon Health Science University di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Alat ini memantau berat badan, tekanan darah, dan detak jantung pasien setiap pagi. Perawat dapat mengecek jika ada tanda perburukan kondisi pasien. 

Monday, April 1, 2013