Tuesday, February 5, 2013

DIANGGAP REWEL, BAYI 5 BULAN DIBUNUH. WASPADA MEMILIH PENGASUH ANAK (BABY SITTER ATAU PERAWAT ANAK)

JANGAN sembarangan memilih pengasuh bayi (baby sitter atau perawat anak) kalau bukan orang yang bisa dipercaya dan bersikap sabar. Bisa-bisa pengasuh melakukan tindakan yang melanggar hukum, bahkan menyebabkan kematian seperti yang dilakukan Irma, 25, terhadap bayi asuhnya, Rasya Elfino Azmi.

Irma tega membunuh bayi 5 bulan karena merasa kesal lantaran rewel terus. Pelaku menghabisi korban dengan cara membekabnya dengan kain di rumahnya Jl. Karet Pasar Baru I, Nomor 10 Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (31/1). Sebelumnya, Irma mengaku, rumah majikannya dirampok. Ada orang tidak dikenal masuk ke dalam rumah, mengikat dirinya dan membunuh bayi asuhannya.

Tapi petugas curiga terhadap pengakuan Irma. Karena tidak ada satu barang pun yang hilang dari rumah tersebut. Selain itu tidak ada satu saksi pun yang melihat peristiwa tersebut sehingga meragukan cerita pengasuh bayi (baby sitter atau perawat anak) itu Irma dicurigai ngarang cerita.

"Polisi menemukan kejanggalan antara cerita dengan kondisi di lapangan, "kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (4/2). "Kejanggalan pertama tidak adanya barang berharga hilang dari rumah. Kondisi rumah memang berantakan tapi ini ulah pengasuh anak (baby sitter atau perawat anak) yang sengaja mengacak-acak ruangan untuk kamuflase."

ASAL ASALAN
Selain itu, kata Rikwanto, tali yang mengikat Irma dibuat asal-asalan saja sehingga meragukan bahwa dia memang benar-benar diikat perampok. " Pengikatnya hanya tali rafia yang dibagi dua kemudian disimpulkan di kaki. Kemudian tangan diikat dengan celana panjang milik bayi."

Selain itu, pengakuan Irma, yang menyebut perampok membekap Rasya agar tidak berisik. Padahal dalam psikologi kriminal sangat jarang perampok menjadikan bayi korban. Terakhir Irma sempat mengaku pingsan akibat dipukul oleh perampok.

Memang ada bekas luka di bagian leher belakang kiri. "rupanya luka inipun dibuat sendiri." Irma akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Perempuan yang mengaku sedang hamil tiga bulan ini dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP. Dia diancam 15 tahun kurungan penjara. dalam waktu dekat ini kepolisian akan memeriksa kondisi kejiwaan Irma. (yahya/adin/us)